PALI,Retromedia.id- Suasana semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Danau Sebetung, Desa Mangku Negara Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Minggu (9/8/2026).
Masyarakat Desa Mangku Negara dan Desa Mangku Negara Timur tumpah ruah mengikuti tradisi bekarang ikan yang digelar sebagai pesta rakyat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bupati PALI Asgianto, ST, turut hadir dan berbaur bersama masyarakat dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten PALI itu menambah semarak kegiatan yang menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat.
Di tengah suasana kebersamaan, Bupati Asgianto menyampaikan bahwa bekarang ikan bukan hanya kegiatan menangkap ikan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat.
“Bekarang ikan ini merupakan pesta rakyat. Kita berkumpul bersama masyarakat, bersilaturahmi, sekaligus melestarikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun,” ujar Asgianto.
Menurutnya, momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kita ingin masyarakat bergembira bersama, tetapi tetap menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang ada,” katanya.
Kegiatan bekarang ikan berlangsung meriah. Warga bersama-sama memanfaatkan kawasan Danau Sebetung untuk menangkap ikan secara tradisional. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
Selain Bupati PALI, kegiatan turut dihadiri jajaran OPD Kabupaten PALI, Camat Penukal Faizen Oto Berlin, S.P beserta staf, Kapolsek Penukal AKP Sumartono, SE beserta anggota, Kepala Desa Mangku Negara Hendra beserta perangkat, Kepala Desa Mangku Negara Timur Evan Candra beserta perangkat, serta masyarakat Kecamatan Penukal.
Pemerintah Kabupaten PALI berharap tradisi bekarang ikan dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan sumber daya perairan secara bijaksana dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Tradisi ini harus terus kita jaga. Jangan hanya menjadi kegiatan hari ini, tetapi bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Kita ingin budaya tetap hidup dan lingkungan juga tetap terjaga,” pungkas Asgianto.
Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB itu berjalan dalam suasana aman, tertib dan penuh kebersamaan.(Red)
Editor: Sendi
