Iklan

Thursday, March 12, 2026, March 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-12T16:54:10Z
DaerahEntertainmenNasionalTrending

Ada Makna Tersendiri Bagi Firdaus Hasbullah Saat Menjalankan Ibadah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan

 


PALI,retromedia.id- ada makna tersirat dari bulan puasa, tidak hanya menahan haus dan lapar namun ada nilai penting yang harus dijiwai oleh setiap insan saat menjalankan ibadah rukun ke empat tersebut, hal ini disampaikan Firdaus Hasbullah SH., MH., saat buka bersama Pengurus Perkumpulan Gerakan Kebangsaan yang berlangsung di Hotel Harper Palembang, Kamis (12/3/2026)


Dibalik perintah menjalankan puasa, Firdaus mengingatkan kita semua, tentang arti kebersamaan, kesetaraan dan keberpihakan kepada kebenaran.


"Kita belajar merasakan apa yang salamaini dirasakan mulai dari ketika adzan Maghrib berkumandang buka puasa pun tiba, dan ketika sahur tiba kita bersama keluarga Menjalankan ibadah rukun Islam ke empat itu.


“Di situlah sebenarnya filosofi Ramadhan bekerja. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menumbuhkan rasa empati dan rasa persaudaraan dan cinta keluarga." terang Firdaus Hasbullah saat membuka acara Bukber Pengurus DPW PGK Sumatera Selatan.


Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH MH, perwakilan Forkopimda Sumsel, aktifis mahasiswa, LSM dan elemen kepemudaan Sumsel serta ratusan anak yatim piatu.


Sementara itu, Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi mengajak elemen masyarakat yang hadir untuk bersama-sama bijak menyikapi turbulensi ekonomi akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.


Menurut Bursah, seluruh elemen masyarakat harus bersatu menggalang konsolidasi dan persatuan nasional. Dengan adanya semangat persatuan maka setiap kesulitan akan lebih mudah dihadapi.


“Para pemuda harus bersatu, menjalankan peran sesuai profesi dan membangun kemandirian nasional. Sehingga apapun yang terjadi pada dunia luar kita sebagai bangsa akan mampu berdiri tanpa bergantung pada dunia luar." ujar Bursah yang juga Bupati Lahat dan mantan Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi.


Bursah juga mengingatkan, bahwa persatuan bukan sekedar bersatu pada satu golongan saja. Tetapi bersatu membangun jaringan yang lebih luas. Membangun komunikasi dengan elemen lain. Agar para generasi muda bisa saling memahami satu dengan yang lain.


“Bersatu itu kita harus menumbuhkan semangat kebersamaan dengan elemen bangsa yang lain” tutup Bursah. (Red)






Editor: Sendi