PALI,retromedia.id- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersiap melakukan terobosan besar dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos). Bupati PALI, Asgianto, ST, berencana memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai instrumen utama untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Langkah ini dinilai sebagai upaya serius Pemkab PALI dalam menjawab persoalan klasik penyaluran Bansos yang kerap menuai polemik: data tak sinkron, penerima ganda, hingga bantuan yang tak tepat sasaran.
Menurut Bupati PALI, pemanfaatan IKD akan menjadi “gerbang awal” dalam sistem verifikasi dan validasi penerima Bansos. Dengan basis data digital yang terintegrasi dan terverifikasi, pemerintah dapat memastikan akurasi identitas penerima sesuai kondisi riil di lapangan.
“IKD memiliki data yang akurat dan sesuai fakta. Ini akan meminimalisir kesalahan data serta memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” ujarnya Rabu (11/2/2026).
Tak hanya mengandalkan satu perangkat daerah, Pemkab PALI juga akan membangun kolaborasi lintas dinas untuk mengoptimalkan penerapan sistem ini. Integrasi data antara dinas sosial, kependudukan, hingga instansi teknis lainnya akan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Politisi Partai Gerindra itu bahkan mengklaim, jika implementasi ini berjalan sukses, Kabupaten PALI berpotensi menjadi daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan digitalisasi IKD secara penuh dalam penyaluran Bansos.
“Kalau ini berhasil, PALI bisa menjadi daerah percontohan nasional dalam digitalisasi penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran,” tegasnya.
Terobosan ini sekaligus menandai komitmen Bupati Asgianto dalam mendorong transformasi digital di Bumi Serepat Serasan. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, pemanfaatan IKD dinilai sebagai langkah progresif menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan berbasis data.
Kini, publik menanti realisasi program tersebut. Jika sukses, bukan hanya bantuan yang tepat sasaran, tetapi juga reputasi PALI sebagai pionir digitalisasi pelayanan publik di tingkat nasional. (Red)
Editor: Sendi
